Mengatasi Rasa Cemas dan Takut saat Solo Flight

Bukan rahasia lagi apabila kadet akan menempuh sebuah tes kemampuan dalam menerbangan pesawat sebelum dinyatakan lulus dari sekolah pilot. Tes ini sendiri dinamakan solo flight di mana para kadet akan menerbangan pesawat seorang diri untuk menjajal skill mereka. Ketika ujian kemampuan ini dilakukan, ada banyak sekali kadet yang merasa cemas dan takut akan kegagalan sehingga mereka tidak menjalankan ujian ini dengan maksimal. Btw, apakah Anda seorang kadet yang ingin mendapatkan hasil maksimal ketika melakukan solo flight tapi bingung bagaimana cara mengatasi rasa cemas dan takut pada diri Anda? Jika jawabannya iya, atasi kedua perasaan tersebut dengan mengikuti tips berikut:

Meyakinkan diri sendiri bahwa solo flight bisa dilakukan dengan maksimal

Rasa cemas dan takut biasanya muncul ketika rasa tidak yakin lebih kuat dibandingkan rasa yakin. Oleh sebab itu, yakinkan diri sendiri bahwa uji kemampuan dalam menerbangkan pesawat ini bisa dilakukan secara maksimal. Terus motivasi diri agar pikiran negatif bisa disingkirkan dengan cepat. Lihat juga performa dari kadet lainnya ketika menerbangkan pesawat dan katakana pada diri sendiri bahwa bila kadet lain bisa, Anda pun juga bisa. Toh, kadet lain juga tinggal di asrama yang sama, mendapatkan pelajaran dan pelatihan bersama-sama, dan punya mimpi yang sama, yaitu menjadi pilot. Untuk itu, jangan mau kalah dari peserta didik lainnya jika tak ingin ketinggalan dan tak ingin mengubur mimpi Anda sendiri.

Mendengarkan musik

Musik adalah seni yang sangat bernilai harganya. Dengan adanya musik, orang-orang dipercaya dapat menemukan kebahagiaan. Oleh karena alasan inilah, ketika sedang merasa takut, cemas, jenuh, bosan, atau pun sedih, mendengarkan lagu bisa menjadi pelipur lara untuk membahagiakan diri sendiri. Nah, sama halnya ketika sedang merasa takut dan cemas ketika hendak melakukan solo flight. Sambil menunggu giliran, tak ada salahnya untuk mendengarkan musik yang disukai guna melupakan segala bentuk ketidakyakinan di dalam diri. Namun, ingat untuk tidak mendengarkan lagu-lagu sedih karena hal ini akan membuat Anda semakin larut dalam ketakutan dan kecemasan. Pilih lagu ngebit atau bertemakan cinta dan kebahagiaan agar Anda bisa semangat dan muncul pikiran-pikiran positif.

Meminta saran dengan kadet yang sudah melakukannya duluan

Apabila giliran Anda menerbangkan pesawat tidak di awal, tidak ada salahnya untuk meminta saran dengan kadet yang sudah melakukan solo flight duluan. Dari mereka, Anda bisa tahu bagaimana rasanya ketika berada di udara dan menerbangkan pesawat seorang diri. Mereka yang sudah lebih dulu tahu rasanya dan tahu bagaimana perasaan dan pengalamannya akan sangat membantu Anda untuk mengatasi rasa cemas dan takut. Mereka yang memang berteman dengan dengan Anda tentu saja tidak akan sungkan untuk memberikan semangat dan motivasi agar Anda pun bisa melewati ujian ini dengan maksimal.

Selain ketiga tips di atas, Anda pun harus mengingat jerih payah orang tua Anda untuk menyekolahkan Anda selama ini dan juga kerja keras Anda selama berada di sekolah penerbangan. Jangan sampai, Anda gagal untuk mewujudkan impian Anda dan harapan orang tua Anda hanya gara-gara ketakutan dan kecemasan Anda, oke!

Inilah yang Ditakutkan jika Orangtua Salah Pilih Sekolah Pilot

Setiap orangtua memang inginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk dalam hal pendidikan. Akan tetapi, orangtua tidak disarankan memaksa anak menuruti kehendak untuk mengenyam pendidikan di sekolah tertentu. Sejatinya, sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya. Anak tidak tertutup kemungkinan jadi uring-uringan belajar bahkan sekolah. Orangtua semestinya memilih sekolah berdasarkan minat,  bakat, dan cita-cita anak. Tak lupa mendiskusikannya terlebih dahulu bersama anak. Kalau anak memiliki minat & bakat dalam dunia penerbangan serta bercita-cita jadi seorang pilot, orangtua harus mendukung anak melanjutkan pendidikan ke sekolah pilot.

Sebagai orang awam dengan sekolah pilot, orangtua disarankan memperbanyak membaca atau melakukan konsultasi dengan konsultan sekolah pilot sebelum memutuskan memasukkan anak di sekolah pilot tertentu agar salah pilih sekolah pilot bisa diminimalisir. Akan sangat mengerikan dampaknya terhadap anak jikalau orangtua salah pilih sekolah pilot. Di antaranya sebagai berikut:

Adanya potensi anak jadi depresi & tak mau sekolah lagi

Anak yang menyadari betul bagaimana usaha keras yang dilakukan orangtuanya mengumpulkan uang untuk menyekolahkannya di sekolah elit seperti sekolah pilot tentu akan merasa terguncang ketika tahu sekolah pilot tempat dia sekolah ternyata melakukan penipuan. Kalau dibiarkan berkelanjutan, depresi yang dialami anak akan mengganggu kesehatannya, menyebabkan gangguan tidur, bahkan fatalnya bisa mendorongnya melakukan bunuh diri.

Faktanya, ini pernah terjadi pada salah satu kadet yang menjadi korban penipuan sekolah pilot. Kadet tsb sempat depresi bahkan tidak mau sekolah lagi karena merasa bersalah kepada orangtuanya. Namun, orangtuanya tetap memberikan dorongan kepada sang anak agar mau melanjutkan pendidikan penerbangannya yang sempat terhenti. Setelah dibujuk & dimotivasi oleh orangtuanya, siswa tsb akhirnya mau kembali melanjutkan pendidikan di sekolah pilot lain yang telah terpercaya.

Adanya kemungkinan anak memiliki jam terbang minim

Pengecekan fasilitas yang ditawarkan sekolah pilot penting dilakukan oleh orangtua. Jika tidak, tidak tertutup kemungkinan orangtua terpilih sekolah dengan fasilitas yang tidak memadai. Kalau demikian kondisinya, anak memiliki jam terbang minim padahal telah lama mengikuti pendidikan & pelatihan di sekolah pilot tsb. Fasilitas yang tidak memadai memungkinkan para kadet antri lama untuk praktek penerbangan dengan simulator atau pesawat latih. Alhasil, telah lebih dari 6 bulan mengikuti pendidikan di sekolah pilot, anak hanya memperoleh beberapa jam terbang saja. Kalau sudah begini, kapan kelarnya pendidikan anak untuk memperoleh jam terbang yang dijanjikan?

Tingginya peluang kecelaakaan saat latihan terbang

Terlalu gegabah dalam memilih sekolah pilot akan berdampak pada anak sendiri. Anak berpotensi besar mengalami kecelakaan pesawat saat latihan terbang. Sekolah pilot yang dipilih bisa saja memiliki instruktur penerbangan yang kurang berpengalaman sehingga tidak mendongkrak kemampuan terbang anak dengan lebih baik. Bisa juga sekolah pilot tidak disiplin melakukan maintenance pada pesawat-pesawat latih yang dimiliki sehingga pesawat latih rentan mengalami kerusakan & meningkatkan peluang kecelakaan bagi para kandidat yang melakukan terbang.

Berangkat dari dampak buruk tsb, orangtua hendaknya lebih berhati-hati ketika memilih sekolah pilot untuk anak. Ada beberapa hal yang mesti diperhitungkan orangtua sebelum mendaftarkan anak ke sekolah pilot tertentu, di antaranya:

  • Tahun berdiri, sekolah pilot seharusnya telah berdiri cukup lama sehingga dirasa sudah memiliki manajemen yang baik
  • Fasilitas, sekolah pilot seharusnya pesawat latih yang memadai agar tidak membuat para kadet antri terlalu lama sehingga punya jam terbang minim padahal telah lama menjalani pendidikan
  • Rekomendasi, sekolah pilot seharusnya mendapatkan rekomendasi dari banyak mulai dari alumni termasuk konsultan sekolah pilot