Inilah yang Ditakutkan jika Orangtua Salah Pilih Sekolah Pilot

Setiap orangtua memang inginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk dalam hal pendidikan. Akan tetapi, orangtua tidak disarankan memaksa anak menuruti kehendak untuk mengenyam pendidikan di sekolah tertentu. Sejatinya, sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya. Anak tidak tertutup kemungkinan jadi uring-uringan belajar bahkan sekolah. Orangtua semestinya memilih sekolah berdasarkan minat,  bakat, dan cita-cita anak. Tak lupa mendiskusikannya terlebih dahulu bersama anak. Kalau anak memiliki minat & bakat dalam dunia penerbangan serta bercita-cita jadi seorang pilot, orangtua harus mendukung anak melanjutkan pendidikan ke sekolah pilot.

Sebagai orang awam dengan sekolah pilot, orangtua disarankan memperbanyak membaca atau melakukan konsultasi dengan konsultan sekolah pilot sebelum memutuskan memasukkan anak di sekolah pilot tertentu agar salah pilih sekolah pilot bisa diminimalisir. Akan sangat mengerikan dampaknya terhadap anak jikalau orangtua salah pilih sekolah pilot. Di antaranya sebagai berikut:

Adanya potensi anak jadi depresi & tak mau sekolah lagi

Anak yang menyadari betul bagaimana usaha keras yang dilakukan orangtuanya mengumpulkan uang untuk menyekolahkannya di sekolah elit seperti sekolah pilot tentu akan merasa terguncang ketika tahu sekolah pilot tempat dia sekolah ternyata melakukan penipuan. Kalau dibiarkan berkelanjutan, depresi yang dialami anak akan mengganggu kesehatannya, menyebabkan gangguan tidur, bahkan fatalnya bisa mendorongnya melakukan bunuh diri.

Faktanya, ini pernah terjadi pada salah satu kadet yang menjadi korban penipuan sekolah pilot. Kadet tsb sempat depresi bahkan tidak mau sekolah lagi karena merasa bersalah kepada orangtuanya. Namun, orangtuanya tetap memberikan dorongan kepada sang anak agar mau melanjutkan pendidikan penerbangannya yang sempat terhenti. Setelah dibujuk & dimotivasi oleh orangtuanya, siswa tsb akhirnya mau kembali melanjutkan pendidikan di sekolah pilot lain yang telah terpercaya.

Adanya kemungkinan anak memiliki jam terbang minim

Pengecekan fasilitas yang ditawarkan sekolah pilot penting dilakukan oleh orangtua. Jika tidak, tidak tertutup kemungkinan orangtua terpilih sekolah dengan fasilitas yang tidak memadai. Kalau demikian kondisinya, anak memiliki jam terbang minim padahal telah lama mengikuti pendidikan & pelatihan di sekolah pilot tsb. Fasilitas yang tidak memadai memungkinkan para kadet antri lama untuk praktek penerbangan dengan simulator atau pesawat latih. Alhasil, telah lebih dari 6 bulan mengikuti pendidikan di sekolah pilot, anak hanya memperoleh beberapa jam terbang saja. Kalau sudah begini, kapan kelarnya pendidikan anak untuk memperoleh jam terbang yang dijanjikan?

Tingginya peluang kecelaakaan saat latihan terbang

Terlalu gegabah dalam memilih sekolah pilot akan berdampak pada anak sendiri. Anak berpotensi besar mengalami kecelakaan pesawat saat latihan terbang. Sekolah pilot yang dipilih bisa saja memiliki instruktur penerbangan yang kurang berpengalaman sehingga tidak mendongkrak kemampuan terbang anak dengan lebih baik. Bisa juga sekolah pilot tidak disiplin melakukan maintenance pada pesawat-pesawat latih yang dimiliki sehingga pesawat latih rentan mengalami kerusakan & meningkatkan peluang kecelakaan bagi para kandidat yang melakukan terbang.

Berangkat dari dampak buruk tsb, orangtua hendaknya lebih berhati-hati ketika memilih sekolah pilot untuk anak. Ada beberapa hal yang mesti diperhitungkan orangtua sebelum mendaftarkan anak ke sekolah pilot tertentu, di antaranya:

  • Tahun berdiri, sekolah pilot seharusnya telah berdiri cukup lama sehingga dirasa sudah memiliki manajemen yang baik
  • Fasilitas, sekolah pilot seharusnya pesawat latih yang memadai agar tidak membuat para kadet antri terlalu lama sehingga punya jam terbang minim padahal telah lama menjalani pendidikan
  • Rekomendasi, sekolah pilot seharusnya mendapatkan rekomendasi dari banyak mulai dari alumni termasuk konsultan sekolah pilot