5 Hal Penting agar Tidak Salah Pilih Sekolah Pilot

Mencari sekolah pilot yang benar-benar tepat sebagai jembatan untuk melangkah ke masa depan memang kerap membingungkan. Bagaimana tidak, sekolah yang dipilih merupakan tempat atau wadah dalam menimba ilmu tentunya harus benar-benar tepat agar nantinya dapat mengantarkan ke jenjang karir yang baik. Dengan biaya pendidikan yang tidak murah hampir mencapai 1 milyar rupiah dengan durasi 1-1,5 tahun, pastinya tidak boleh asal-asalan untuk memilih dan menjalani pendidikan tersebut. Ada lima hal penting yang perlu dilakukan agar tidak sampai salah pilih sekolah, sebagai berikut:

Menyelidiki reputasi sekolah

Reputasi sekolah termasuk salah satu hal penting yang perlu diselidiki sebelum memutuskan untuk pilih sekolah. Hal ini menyangkut karir di masa depan, umumnya maskapai akan lebih mengutamakan sekolah yang memiliki reputasi dan akreditas bagus untuk mendapatkan seorang penerbang yang berkompeten. Sebagai contoh, sekolah yang punya kemampuan dalam mencetak para cadet berkualitas baik dari sisi instruktur, pesawat latih, gedung sekolah, dan lain sebagainya dicap lebih profesional. Bertolak belakang dengan sekolah yang terancam ditutup karena jumlah siswa hanya sedikit atau bahkan manajemennya kurang bagus, maka tercemarlah nama baik sekolah tersebut. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyelidiki reputasi sekolah, tak hanya melalui berita di internet tetapi juga khususnya televisi.

Meninjau keunggulan sekolah

Kualitas sekolah juga terletak pada keunggulan atau nilai lebih sekolah. Seperti halnya dari segi fasilitas, sekolah pilot yang memiliki fasilitas lengkap mulai dari gedung asrama yang nyaman, ruang belajar memadai, simulator yang canggih, pesawat dan bandara latih mendukung tentunya berbeda dengan sekolah pilot yang hanya memiliki fasilitas sealakadarnya, gedung dan ruang belajar yang nyaman, tapi pesawat dan bandara latih kurang memadai. Pendidikan yang dijalani selama lebih dari satu tahun tentu akan sangat kurang menyenangkan kalau tanpa didukung fasilitas sekolah yang menjanjikan. Seperti halnya pesawat latih, para cadet harus antian panjang untuk latihan terbang. Untuk itu, keunggulan yang dimiliki sekolah juga mesti dijadikan sebagai pertimbangan agar tidak menyesal pilih sekolah.

Menimbang program sekolah

Program pendidikan sekolah pilot terbagi dalam beberapa lisensi, ada PPL, CPL, IR, dan MER. Program dapat mempengaruhi peluang kerja nantinya setelah lulus dari sekolah pilot. Sebab, untuk mendapatkan lisensi yang dipilih harus menyesuaikan dari jam terbang yang diperoleh. Contoh untuk mendapat lisensi CPL syaratnya ialah minimal 100-120 jam terbang. Lisensi CPL merupakan salah satu syarat atau kualifikasi yang dicari oleh maskapai penerbangan untuk menerima seorang penerbang. Makanya program lisensi juga harus dipertimbangkan dengan baik-baik. Pastikan sekolah yang dipilih menawarkan lisensi tersebut, bila perlu ambil lisensi MER karena hal ini lebih menjanjikan untuk sebuah keahlian terbang.

Melakukan konsultasi

Untuk memecahkan kebingungan, konsultasi ke konsultan sekolah penerbangan juga bisa menjadi salah satu jalan keluar terbaik. Dengan berkonsultasi, Anda bisa memperoleh informasi tak hanya mengenai sekolah yang tepat untuk dipilih tetapi juga syarat, biaya, dan persiapan yang harus dilakukan agar bisa lulus tes. Konsultan sekolah penerbangan dapat ditemukan dengan mudah melalui internet dan dapat menghubunginya via telepon. Biaya konsultasi yang minim bahkan gratis merupakan satu kesempatan bagus yang tidak boleh disia-siakan.

Mengikuti seminar

Seminar juga kerap kali diadakan untuk para calon siswa penerbang yang ingin masuk sekolah pilot. Dalam seminar akan dibahas secara umum atau juga lebih spesifik mengenai sekolah pilot. Biasanya seminar diadakan langsung oleh pihak sekolah sehingga bisa mengenal lebih dekat.

Masuk sekolah penerbangan memang harus penuh dengan ketelitian, tidak boleh gegabah meskipun masa depan yang bakal didapat cukup cerah. Sebab bukan tidak mungkin justru akan mengecewakan ketika sekolah yang dipilih malah tutup dan tidak mampu mencetak para cadet pilot secara profesional.